
Ayah,
Aku sekarang sudah besar. Beratku sudah bertambah. Panjangku juga. Hmmm, mungkin karena susu yang kuminum itu. Aku juga sudah tak cukup minum 120 cc saja sekarang. Terkadang aku minta tambah. Maaf ya Ayah. Karena minumku banyak, sekarang aku bisa menghabiskan 5 kaleng susu setiap bulannya. Habis mau bagaimana lagi. Aku tidak tahan lapar sementara tangisanku begitu keras sehingga membuat Ayah dan Bunda sedih dan langsung membuatkan susu tambahan lagi untukku hanya agar aku tidak menangis lagi.
Seandainya aku sudah bisa makan seperti Ayah dan Bunda, aku ingin sekali bisa makan empek-empek dan mie ayam kesukaan Bunda dan steak sirloin kesukaan Ayah. Saat ini aku hanya bisa memandangi makanan-makanan enak yang disantap oleh Ayah dan Bunda. Hmmm, sebetulnya aku kepingiiiin sekali. Air liurku menetes dan mataku terpaku pada lahapnya Ayah dan Bunda memakan makanan-makanan tadi.
Untungnya Bunda sangat pengertian. Setelah membaca di buku dan bertanya kepada teman sesama dokter, aku sudah boleh memakan buah. Sedikit-sedikit tentu. Misalnya jeruk yang dikupas dan juringnya kuisap-isap. Sangat melelahkan karena aku hanya bisa makan sedikit saja. Mudah-mudahan Bunda akan memberikan lebih banyak lagi buah padaku. Aku sukaaa sekali buah. Satu buah jeruk bisa kuhabiskan dalam 10 menit saja. Hebat kan?
Ayah, nanti kapan-kapan aku dibelikan buah yang lain yah. Aku kan sudah besar. :)

0 comments:
Post a Comment